Diego - Anjing yang tidak mau diam

Halo sobat penggemar pet anjing, terutama anjing jenis non ras alias kampung, masih ingat dengan Diego anjing  peliharaan ku 😄 ?, yang bikin pusing adalah semakin tumbuh  besar anjingnya makin liar, suka lari ke sana-sini 🙄 😥..??!!, dan hobby menggigit segala sesuatu barang di sekitar. Baik rumah sarang yang sudah dibuatkan untuk nya, dari dinding alas tidurnya juga habis dirusak.


Saat dibawa jalan-jalan juga kok kayak bawa anjing besar ya?  tenaganya narik kuat 😥 padahal masih muda teenager 😄 . Malah serasa bukan kita yang bawa anjingya, tapi anjing yang bawa tuannya haha...



Kalau diajak bermain selalu suka menggigit, memang pelan tapi kadang sakit juga belum cakarannya sampai baret-baret tangan dan kaki kita.

Pernah dilepas waduh apakah karena kegirangan, lari nya sangat kencang seperti pacu kuda. Seru juga lihatnya 😄, walau posisinya agak jauh pas dipanggil namanya “Diego!” langsung lari secepat kilat dan langsung menerjang kita 😅.

Memang kondisi seharian anjingnya dibawa jalan hanya sekitar komplek saja. Pagi dan malam dan selama hari kerja hanya ditinggal di rumah sendirian.

Dan responnya sangat peka dengan benda asing bergerak bahkan setiap orang asing atau teman yang berkunjung pasti heboh menggonggong terus meskipun sudah diteriakkan " diego diam!"


Bagi teman-teman yang punya pengalaman, tips boleh dishare 😅..thanks . Salam dogs lover...✌

Anjing Kampung

Ingin memiliki piaraan anjing, anjing ras tentunya menarik. Tapi selain harga yg tdk terjangkau perawatannya juga tentu tidaklah murah.

Ceritanya ketika  kebetulan pas main ke rumah org tua , kebetulan ada anjing yang baru beranak ya sudah sekalian diboyong saja 😄.

Kesepian...

Diego dengan telianga besarnya
Hari pertama si anak anjing ternyata suka rewel, mungkin ingat induknya dan kesepian.
Apalagi di rumah kami semua tidak ada di rumah dari pagi sampai magrib. Kami orang tua bekerja dan anak-anak pergi sekolah sehingga rumah kosong, tinggallah si anak anjing sendirian.


Yang unik mungkin karena kesepian si anak anjing malah sangat dekat dengan kita yang merawat nya, malah sifatnya jadi seperti manusia, jika ditinggal selalu menurut kadang rewel. Dan kadang ribut jika mendengar suara orang, tapi tidak kelihatan orangnya.


Sekalian mulai dilatih kecil-kecilan dengan cara bermain dengan benda-benda, seperti kayu untuk mainannya.
Setiap mau diberi makan, disuruh duduk dulu 😄. Sekarang jadi bisa kalau disuruh duduk dia ngerti dan duduk 😃👍


Istri saya bilang nama dibuat doggy saja, tapi menurut saya kurang pas (selain "doggy" artinya kan anak anjing 😄), bagaimana  nanti kalau anjing sudah besar masak namanya masih anak anjing, saya bilang beri nama "deigo" saja 😁..(jadi mirip nama orang).


Untuk jenis anjingnya saya tidak tahu jelas, jenis anjing campuran apa atau mirip jenis apa. Barangkali ada teman-teman yang tahu, terutama teman-teman pecinta anjing boleh dishare 😉, berbagi informasi.

Sekian dulu ya, semoga si Diego bisa tumbuh besar nantinya dan jadi sahabat kami sekeluarga.

Pantai Carlos Padang

Hari libur, ya hari off kerja mumpung tanggal merah setelah sehari-hari sibuk aktifitas kerja tidak ada salahnya berlibur. Jaman sekarang jika berbicara libur mungkin tidak seperti dulu ketika banyak keindahan alam dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan dana.

Untuk diketahui teman-teman khususnya yang berdomisili di Padang, pantai Carlos tentu tidak asing. Tapi bagi yang tidak berdomisili di Padang mungkin artikel ini bisa sebagai informasi bagi teman-teman yang belum tahu.
Pantai Carlos memiliki keunikan tersendiri, mulai dari lokasi pantai yang terbilang kecil tapi nyaman karena tidak terlalu ramai pengunjung.

Kondisi pantai yang kecil membuat kondisi pantai cukup bersih, maklum area kecil jadi mudah dalam hal kebersihan. Setahu saya pantai ini dikelola oleh keluarga Carlos serta kerabatnya. Konon keluarga Carlos ada turunan asing juga, sehingga punya kepedulian akan pariwisata. Mungkin kalau penduduk asli tidak akan kepikiran untuk mengembangkan atau memberdayakan lokasi jadi tempat wisata.

Tindakan keluarga Carlos ini perlu dihargai karena menambah promosi Indonesia akan keindahan alamnya, terutama kota Padang.
Untuk mencapai lokasi dari kota Padang dapat dicapai melalui jalan raya arah ke Teluk Bayur.
Karena lokasi yang berada di tepi jalan raya jika dari arah Padang posisi pantai berada pada sebelah kiri.

Lokasi pantai Carlos

Suasana pantai sangat asri dengan lokasi yang berupa teluk seperti yang nampak pada mapping. Kadi pantai bisa dibilang aman, jauh dari bahaya ombak besar dari samudra ombak yang ada cendrung stabil.

Adanya pepohonan membuat udara sejuk, serta omzet masuk yang tidak formal hanya bayar insert masuk 1 mobil Rp. 20.000,- sudah termasuk biaya parkir. Di sana juga menyediakan losmen bagi wisatawan yang ingin bermalam. Ada cafe sederhana, serta menyediakan makanan dan minuman ringan. Dan kita bebas mau berapa lama berada di pantai, sangat fleksibel.

Pengelola pantai Carlos sebenarnya lebih fokus melayani para wisatawan yang ingin berlibur ke pulau-pulau kecil seperti pulau sirandah, dimana paket liburannya sudah termasuk antar jemput ke pulau dan makan minum selama rekreasi.

Pemandangan dari tepi pantai yang teduh

Rerimbunan pohon di pasir pantai

Sambil menikmati suasana pantai, kita juga masih melihat akhifitas nelayan setempat yaitu menangkap ikat dengan cara dijala yang disebut Pukat. Bebarapa nelayan secara berkelompok membentangkan jala besar dari tepi pantai secara memutar kemudian kembali lagi ke tepi pantai.

Setelah dibiarkan beberapa saat kemudian jala pukat ditarik bersama-sama secara perlahan. Sepertinya saat itu kurang bagus hasil tangkapan karena jumlahnya sedikit dan ikan nya juga kecil-kecil. Dan masyarakat serta pengunjung juga antusias berniat untuk membeli karena tentu ikan nya baru ditangkap jadi pasti segar berbeda dengan yang dijual di pasar.

Nelayan menarik pukat


Demikianlah pengalaman ku bersama keluarga menikmati hari libur bersama. Masih teringat kebahagiaan anak-anak main di pantai Carlos..

Anak-anak bermain air laut

Sejarah Marga Suku Batak


TAROMBO BATAK

SI Raja Batak pada mulanya mempunyai 2 orang putra yaitu :

  1. Guru Tatea Bulan dan
  2. Raja Isombaon.
1.) GURU TATEA BULAN :

    Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Burning, Guru Tatea         Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :

  5 Putra (sesuai urutan) :

  1. Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan.
  2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu).
  3. Limbong Mulana (keturunannya Limbong).
  4. Sagala Raja (keturunannya Sagala).
  5. Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning).

   4 Putri :

  1. Si Boru Pareme (kawin dengan Tuan Sariburaja, ibotona).
  2. Si Boru Anting Sabungan, kawin dengan Tuan Sorimangaraja, putra Raja Isombaon.
  3. Si Boru Biding Laut.
  4. Si Boru Nan Tinjo (tidak kawin).
    Tatea Bulan artinya “Tertayang Bulan” = “Tertatang Bulan”.

2.) RAJA ISUMBAON :
     Raja Isombaon artinya raja yang disembah. (Isombaon =                sembah). Semua keturunan Si Raja Batak dapat dibagi atas 2          golongan besar:
  1. Golongan Tatea Bulan = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga golongan Hula-hula = Marga Lontung.
  2. Golongan Isombaon = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki.Disebut juga Golongan Boru = Marga Sumba.

Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera Si Singamangaraja, para orangtua menyebut Sisimangaraja, artinya maha raja), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan Si Raja Batak.


PENJABARAN :


1 A.1 RAJA UTI


Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng). Raja Uti terkenal sakti dan serba bisa. Satu kesempatan berada berbaur dengan laki-laki, pada kesempatan lain membaur dengan peremuan, orang tua atau anak-anak. Beliau memiliki ilmu yang cukup tinggi (kira-kira 175 cm), seperti orang barat. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak, secara kemanusiaan Beliau memandatkan atau bersepakat dengan ponakannya/Bere Sisimangaraja, namun dalam kekuatan spiritual tetap berpusat pada Raja Uti.


1 A.2 SARIBURAJA


Sariburaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis, satu peremuan satunya lagi laki-laki).


Mula-mula Sariburaja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.


Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Raja, dan Silau Raja, maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk mengusir Sariburaja.


Akibatnya Sariburaja mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, tetapi di hutan tersebut Sariburaja kebetulan bertemu dengan dia.


Sariburaja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi “istrinya” di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.


Dari istrinya sang harimau, Sariburaja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si Raja Babiat. Di kemudian hari Si Raja Babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin.


Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daerah Angkola dan seterusnya ke Barus.


SI RAJA LONTUNG


Putra pertama dari Tuan Sariburaja. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:


* Putra :

  1. Tuan Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.
  2. Sinaga Raja, keturunannya bermarga Sinaga.
  3. Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.
  4. Toga Nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.
  5. Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.
  6. Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.
  7. Siregar, keturunannya bermarga Siregar.

* Putri :

  1. Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing.
  2. Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora.
Karena semua putra dan putri dari si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.

SITUMORANG :

Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang ;
  • Lumban Pande
  • Lumban Nahor
  • Suhutnihuta
  • Siringoringo
  • Sitohang
  • Rumapea
  • Padang
  • Solin
SINAGA :
Dari Sinaga lahir marga-marga cabang :
  • Simanjorang
  • Simandalahi
  • Barutu
PANDIANGAN :
Lahir marga-marga cabang :
  • Samosir
  • Pakpahan
  • Gultom
  • Sidari
  • Sitinjak
  • Harianja
NAINGGOLAN :
Lahir marga-marga cabang :
  • Rumahombar
  • Parhusip
  • Lumban Tungkup,
  • Lumban Siantar
  • Hutabalian
  • Lumban Raja
  • Pusuk
  • Buaton
  • Nahulae
SIMATUPANG :
Lahir marga-marga cabang :
  • Togatorop (Sitogatorop)
  • Sianturi
  • Siburian
ARITONANG :
Lahir marga-marga cabang :
  • Ompu Sunggu
  • Rajagukguk
  • Simaremare
SIREGAR :
Lahir marga-marga cabang :
  • Silo
  • Dongaran
  • Silali
  • Siagian
  • Ritonga
  • Sormin
SI RAJA BORBOR

Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut.

Semua keturunannya disebut Marga Borbor.

Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :

  1. Datu Dalu (Sahangmaima).
  2. Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.
  3. Harahap, keturunannya bermarga Harahap.
  4. Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.
  5. Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.
  6. Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.
Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :
  1. Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat
  2. Tinendang, Tangkar
  3. Matondang
  4. Saruksuk
  5. Tarihoran
  6. Parapat
  7. Rangkuti
Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga :
  1. Lubis
  2. Hutasuhut
1 A.3 LIMBONGMULANA dan marga-marga keturunannya

Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong.


Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan.


Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.


1 A.4 SAGALA RAJA


Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.


1 A.5 SILAU RAJA


Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:

  1. Malau
  2. Manik
  3. Ambarita
  4. Gurning
Khusus sejarah atau tarombo Ambarita Raja atau Ambarita, memiliki dua putra:
  1. Ambarita Lumban Pea
  2. Ambarita Lumban Pining
Lumban Pea memiliki dua anak laki-laki
  1. Ompu Mangomborlan
  2. Ompu Bona Nihuta
Berhubung Ompu Mangomborlan tidak memiliki anak/keturunan laki-laki, maka Ambarita paling sulung hingga kini adalah turunan Ompu Bona Nihuta, yang memiliki anak laki-laki tunggal yakni Op Suhut Ni Huta. Op Suhut Nihuta juga memiliki anak laki-laki tunggal Op Tondolnihuta.

Keturunan Op Tondol Nihuta ada empat laki-laki:

  1. Op Martua Boni Raja (atau Op Mamontang Laut)
  2. Op Raja Marihot
  3. Op Marhajang
  4. Op Rajani Umbul
Selanjutnya di bawah ini hanya dapat meneruskan tarombo dari Op Mamontang Laut (karena keterbatasan data).

Op Mamontang Laut menyeberang dari Ambarita di Kabupaten Toba Samosir saat ini ke Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2008 ini, keturunan Op Mamontang laut sudah generasi kedelapan).


Op Mamontang Laut semula menikahi Boru Sinaga, dari Parapat. Setelah sekian tahun berumah tangga, mereka tidak dikaruniai keturunan, lalu kemudian menikah lagi pada boru Sitio dari Simanindo, Samosir.


Dari perkawinan kedua, lahir tiga anak laki-laki :

  1. Op Sohailoan menikahi Boru Sinaga bermukim di Sihaporas Aek Batu. Keturunan Op Sohailoan saat ini antara lain Op Josep (Pak Beluana di Palembang)
  2. Op Jaipul menikahi Boru Sinaga bermukin di Sihaporas Bolon. Keturunan antara lain J ambarita Bekasi.
  3. Op Sugara atau Op Ni Ujung Barita menikahi Boru Sirait bermukim di Motung, Kabupaten Toba Samosir. Keturunan Op Sugara antara lain penyanyi Iran Ambarita dan Godman Ambarita

2 A.1 TUAN SORIMANGARAJA


Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :



  1. Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.
  2. Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.
  3. Si Boru Sanggul Haomasan (nai suanon).


  • Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon)
  • Si Boru Biding Laut
  • Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.
A) Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)

Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.


Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:

  1. Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.
  2. Tamba Tua, keturunannya bermarga Tamba.
  3. Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.
  4. Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).
Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung):

SIMBOLON

Lahir marga-marga :
  • Tinambunan
  • Tumanggor
  • Maharaja
  • Turutan
  • Nahampun
  • Pinayungan, juga marga-marga Berampu dan Pasi.

TAMBA

Lahir marga-marga :
  • Siallagan
  • Tomok
  • Sidabutar
  • Sijabat
  • Gusar
  • Siadari
  • Sidabolak
  • Rumahorbo
  • Napitu

SARAGI

Lahir marga-marga :
  • Simalango
  • Saing
  • Simarmata
  • Nadeak, juga marga Sidabungke.

MUNTE

Lahir marga-marga :
  • Sitanggang
  • Manihuruk
  • Sidauruk
  • Turnip
  • Sitio
  • Sigalingging.
Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.

Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluh-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.


Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.


Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Ompu Bada (mpu bada) bermarga gajah, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut :

  • Ompu Bada ialah asal-usul dari marga-marga Tendang, Bunurea, Manik, Beringin, Gajah, dan Barasa.
  • Keenam marga tersebut dinamai Sienemkodin (enem = enam, kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan Empu Bada, pun dinamai Sienemkodin.
  • Ompu Bada bukan keturunan Nai Ambaton, juga bukan keturunan si raja batak dari Pusuk Buhit.
  • Lama sebelum Si Raja Batak bermukim di Pusuk Buhit, Ompu Bada telah ada di tanah dairi. Keturunan Ompu bada merupakan ahli-ahli yang terampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.
  • Keturunan Ompu Bada menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara- saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah dairi dan tapanuli bagian barat.

B) NAI RASAON (RAJA MANGARERAK)


Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.


Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:



  • Raja Mardopang
Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga :
  1. Sitorus :
    1. Pane
  2. Sirait
  3. Butar-butar.
  • Raja Mangatur
    Menurut nama putranya:
  1. Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.

C) NAI SUANON (tuan sorbadibanua)


Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Tuan Sorbadibanua.


Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.

Dari istri pertama (putri Sariburaja):
  1. Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.
  2. Si Paet Tua.
  3. Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.
  4. Si Raja Oloan.
  5. Si Raja Huta Lima.
Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :
  1. Si Raja Sumba.
  2. Si Raja Sobu.
  3. Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.
Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan – Balige.

Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.


Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini.

  • Keturunan Si Bagot ni pohan, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Tampubolon, Barimbing, Silaen.
  2. Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.
  3. Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.
  4. Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.
  • Keturunan Si Paet Tua, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Hutahaean, Hutajulu, Aruan.
  2. Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.
  3. Pangaribuan, Hutapea.
  • Keturunan si Lahi Sabungan, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Sihaloho.
  2. Situngkir, Sipangkar, Sipayung.
  3. Sirumasondi, Rumasingap, Depari.
  4. Sidabutar.
  5. Sidabariba, Solia.
  6. Sidebang, Boliala.
  7. Pintubatu, Sigiro.
  8. Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.
  • Keturunan Si Raja Oloan, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Naibaho, Ujung, Bintang, Manik, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.
  2. Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.
  3. Bangkara.
  4. Sinambela, Dairi.
  5. Sihite, Sileang.
  6. Simanullang.
  • Keturunan Si Raja Huta Lima, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Maha.
  2. Sambo.
  3. Pardosi, Sembiring Meliala.
  • Keturunan Si Raja Sumba, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.
  2. Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.
  • Keturunan Si Raja Sobu, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Sitompul.
  2. Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.
  • Keturunan Toga Naipospos, melahirkan marga dan marga cabang berikut:
  1. Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.
  2. Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.
(Marbun marpadan dohot Sihotang, Banjar Nahor tu Manalu, Lumban Batu tu Purba, jala Lumban Gaol tu Debata Raja. Asing sian i, Toga Marbun dohot si Toga Sipaholon marpadan do tong) ima pomparan ni Naipospos, Marbun dohot Sipaholon. Termasuk do marga meha ima anak ni Ompu Toga sian Lumban Gaol Sianggasana.

DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)

Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga).

Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut:


“Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;

Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan”
artinya:
“Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput (berakar tunggang);
Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji”

Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:

  1. Marbun dengan Sihotang
  2. Panjaitan dengan Manullang
  3. Tampubolon dengan Sitompul.
  4. Sitorus dengan Hutajulu – Hutahaean – Aruan.
  5. Nahampun dengan Situmorang.


(Disadur dari buku “Kamus Budaya Batak Toba” karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)

Jenis Jam Tangan Rolex


JENIS JAM ROLEX

Air King 

Merupakan model awal dari jam rolex. Jenis ini di jual dengan harga sekitar $ 4,550 dengan lingkaran jam yg halus, $ 4,600 dengan bagian mesin sdh bezel, atau $ 5,525 dengan lingkaran bezel dari emas putih.

Diameter jam ini 34 mm dengan tali jenis Oyster.Tipe jam ini tidak memiliki tanggal. Pada tahun 1970' an, model air king diproduksi dengan tanggal (tapi sangat langka) dengan bahan kombinasi baja dengan emas.
Kombinasi kedua variasi ini sepertinya berhenti setelah rolex lebih banyak membuat model jam bertanggal dan jenis Oyster Perpetual.




Date

Rolex jenis date berdiameter 34 mm sama dengan jenis air king, cuma sdh dengan ada fungsi tanggal. Diproduksi akhir tahun 1950 an di masa itu model datejust diproduksi. Dijual dengan harga sekitar $ 5,625 dengan model polos, sementara model oyster bracelet $ 7,400 dengan lingkaran dari emas 18 karat dengan penanda waktu dari berlian.
model date diperkenalkan dengan 3 ciri :
- model baja (biasa).
- perpaduan baja dan emas 18 karat.
- emas 18 karat.
Pada saat ini hanya model baja (steel) yg diproduksi.


Date Just

Merupakan model dengan penjualan terlaris di pasaran, pertama kali diperkenalkan pada 1945. Utk model pria diameter 36 mm, dan jenisnya tali motif anyaman. Sepertinya rolex merubah tradisi model ini dan lebih memproduksi model outdoor dengan tali jenis oyster (lipat). Model dengan lingkar jam polos minimalis, banyak juga dengan lingkar jam yg ber-alur (motif) dengan emas putih 18 karat pada tipe baja.

Model datejust dari emas hanya ada hingga 1957 (model baja tdk ada ditemui). Kemudian model baja diperkenalkan ke pasaran dan langsung mencapai sukse yg cepat. Rolex melihat penjualan rolex baja sangat cepat dibandingkan dengan rolex model emas. Utk mengatasi ini rolex memperkenalkan versi emas dan baja pada 1962.







Ladies just/Datejust

Kedua model ini menggunakan cetakan casing jam yg sama, diameter 26 mm serta fungsi jam yg sama. Rolex menghentikan model ini, karena terlalu banyak model yg tidak lancar penjualannya. Harga jualnya berkisar $5,525 (model 171960). Yang lebil terkenal dengan model ring emas putih $ 6,400. Model emas dan baja mulai dari $ 7,575 (model 179173) dan naik terus $ 12,375 (model 179313, dengan berlian serta 12 berlian pada lingkar jam).


Explorer


Diperkenalkan pada 1954, dan hanya memiliki satu model dan warna pada seri ini. Penunjuk warna hitam dengan angka arabic "3", "6" dan "9" tanpa tanggal, lingkar jam polos, tali jam model lipat dan body stainless steel diameter 36 mm. Tidak ada pengembangan dari tipe jam ini. Saat ini penjualan rolex ini $ 5,725. Rolex mengumumkan pengembangan seri ini menjadi diameter 39 mm.






Explorer II

Model ini diperkenalkan apada awal tahun 70' an dan tdk pernah didistribusika secara luas hingga 1991. Model awal diproduksi hingga model sekarang pada 1985. Explore II menggunakan tipe mesin yang sama dengan model GMT-II dan membuat fungsi detik 24 jam yg berotasi sekali dalam sehari. Saat ini penjualannya $ 6,325 dan hanya ada pilihan jarum penunjuk hitam atau putih.



Oyster Perpetual






Nama yang aneh memang, karena pada semua model jam rolex selalu menyebutkan nama ini. Rolex Oyster Perpetual pada dasarnya sama dengan model yg paling kecil yaitu air king 34 mm. Oyster Perpetual (tanpa tanggal) saat ini sama ukurannya dengan model datejust dan hanya dengan model baja dan lingkar dari emas putih. Rolex juga memperkenalkan beberapa jarum penunjuk yg tidak biasa pada model ini. Harga model ini berkisar $ 4,350 utk model paling sederhana wanita dan utk tipe paling sederhan laki-laki $ 4,750. Keduanya standar menggunakan tali model lipat.


Submariner


Diperkenalkan pada 1945, hanya dengan model tali lipat dengan diameter 40 mm. Pada model baja hanya tersedia dengan penunjuk warna hitam dan merupakan tipe yg paling dikenali. Edisi khusus perayaan kadang ditemukan dengan lingkar bezel hijau.Tipe ini tampil dengan tanda menit pada 15 menit pertama arah perputaran jam. Model asalnya hingga 1958 sering dijuluki model james bond dengan beberapa perbedaan yg jelas. Intinya tipe ini memiliki kop pemutar yg lebih kecil, tanpa pelindung knop dan pada lingkar (bezel)  jam hanya ada tanda menit pada tiap 5 menit. Pada akhirtahun 70' an model 16800 diperkenalkan . Modelnya sporty denga kaca kristal saphire dan fungsi pengaturan yg cepat. Tahun 1989, model 16610 diperkenalkan dengan peningkatan pada mesin dan lingkar bezel yg lebih melindungi. Tahun 2010, model 116610 diperkenalkan dengan lingkar bezel dari keramik dengan pengembangan pad pengunci pada tali jam.
Submarine adalah tipe yg sangat populer tampil dengan 4 model :
- $ 5,825 model baja tanpa tanggal, $ 6,000 model baja dgn tanggal.
- $ 7,375 model keramik.
- $ 11,250 model emas 18 karat dan baja , $ 28,850 model emas dan
- $ 33,800 model emas putih.



Sea Dweller



Diperkenalkan pada 1979 dan dihentikan produksinya tahun 2008. Penampakannya sama dengan Submariner. Perbedaanya hanya pada lebih tipis dan body jam yg lebih berat dengan kemampuan dipakai pada kedalaman laut jam masih nampak jelas (utk penyelam) dengan teknologi katup pembuang helium. Model asal diperkirakan utk 2000 kaki kedalaman disebut Rolex Submariner 2000 Sea Dweller. Ini menghilangkan " Submariner 2000" yg merupakan bagian nama produk di 1973. Kabarnya model 16600 diperkirakan utk 4000 kaki kedalaman dan dijual hanya pad model baja dengan harga $ 6,400.
Model Sea-Dweller DEEPSEA 116660 menggantikan SEa-Dweller 11600 dan dijula $ 9,800. DEEPSEA model menawarkan kedalam yg lebih tinggi hingga 12800 kaki, body yg besar serta pengunci rantai jam.



GMT Master

Tahun 1950' an adalah masa kejayaan rolex termasuk masa perkenalan type klasik GMT-Master. Ini adalah salah satu jam pertama yg menggunakan jam detik tangan utk mengidentifikasikan zona waktu detik. Dengan gerak sederhana memutar 24 jam lingkar bezel, dengan mudah dapat menentukan zona waktu. Akhir tahun 70' an diperkenalkan GMT-Master II dengan fungsi dasar sama, kecuali pengguna dengan mudah jam kedua dengan menggunakan kop pemutar pada posisi 2. masih dengan model baja dengan penunjuk hitam, sementara lingkar bezel ada warna hita, merah-hitam, merah-biru. MOdel GMT tampil denga model tali seperti anyaman.

GMT-Master asal (16700) diproduksi akhir tahun 90'an. Serial number seri ini terkahir pada nomor 16700 dengan tanda U# (hari lahir pencipta sekitar 1997). Dengan semakin banyaknya model-model dengan penanda waktu kedua, mengkhiri model ini merupakan keputusa yg bagus, seiring denga makin banyak pemakai jam yg ingin menyesuaikan dengan waktu kedua.

GMT-Master II (16710) dihentikan produksinya pada 2008 diganti dengan GMT-Master II (116710) perbedaan utama selain mesin kaliber 3186 dengan bahan spring berbahan "parachrom bleu" adalah lingkar bezel berbahan kerami (cerachrom). Beberapa pruduksi terakhir seri 16710 ini ditemukan dengan mesin kaliber 3186.

GMT-Master II dijual $ 7,275 berbahan baja, $ 10,875 baja dan emas dan $ 27,200 utk emas padat.




Daytona / Cosmograph

Bercerita Rolex Cosmograph bisa jadi merupakan sesuatu yg sangat membingungkan (kacau) dari semua model rolex oyster. Rolex terus berjuang keras utk menciptakan pruduk unggulan. Rolex tdk pernah jatuh merosot hingga 1986 pada saat penjualan rolex meledak kadang penjualan jam ini sampai 2 kali lipat harganya di italia.



Pabrikan model "Paul Newman" sekitar 1967 merupakan model seri daytona yg sangat diminati dimana harha model ini mencapai harga $ 30,000. Dijual kembali mencapai hingga $ 150,000. Tahun 1989 Rolex mengganti mesin " valjoux workhorse dengan "zenith el premioro". Selama tahun 1990' an Rolex Daytona merupakan satu-satunya model jam rolex yg tidak menggunakan mesin rolex. Tahun 2000 diluncurkan pengembangan terbaru dari rolex yaitu kaliber 4130 dengan 72 jam peyimpanan daya. Model baja 116520 dijula $ 10,400, baja-emas $ 16,400 dan emas 18 karat $ 29,500.

One held mode xiaomi redmi note 4

Utak-atik android xiaomi tidak sengaja ketemu menu "one held mode". Ya mode dimana layar hp bisa jadi lebih kecil tampilan menu ag...